Home Wisata Jawa Tengah 11 Oleh-oleh Khas Dieng Favorit Pilihan Wisatawan

11 Oleh-oleh Khas Dieng Favorit Pilihan Wisatawan

Oleh-oleh Khas Dieng
foto: https://www.instagram.com/kentangmoody/

Dieng terletak di kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah. Letaknya di dataran tinggi sangat mendukung wisata alam. Jika Anda berkunjung ke lokasi ini, jangan lupa membeli oleh-oleh khas Dieng.

Daerah yang dijuluki Kota Bunga ini memiliki pesona tersendiri di mata wisatawan. Alam yang menawan dan kuliner yang khas akan membuat Anda ketagihan mencicipi berbagai penganan disini.

Oleh-oleh Khas Dieng Favorit Pilihan Wisatawan

Liburan akan terasa kurang tanpa wisata kuliner daerah tersebut. Sebuah tempat wisata seringkali terbantu kepopulerannya dengan makanan khas yang ditawarkan.

Kawasan Dieng menawarkan berbagai penganan bercita rasa khas dengan resep turun temurun warisan leluhur. Bahkan sebagian penganan masih menggunakan cara tradisional dalam proses pengolahannya, sehingga rasanya tetap alami.

Ketika Anda berada di Dieng, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi makanan khasnya. Uniknya, beberapa penganan bisa disantap di tempat, juga tersedia dalam kemasan oleh-oleh khas Dieng.

Setelah itu, lengkapi wisata Anda dengan perburuan oleh-oleh hingga liburan menjadi lebih berkesan. Simak rangkuman rekomendasi oleh-oleh khas Diengfavorit pilihan wisatawan yang cocok dibawa pulang berikut ini:

1. Kacang Dieng

oleh oleh khas dieng wonosobo
foto: https://www.instagram.com/maya_snack/

Kacang dieng merupakan tanaman yang berasal dari keluarga kacang yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng. Kacang ini memiliki bentuk besar dan lebar dengan congor hitam di tengah, yang membuatnya cukup unik, tidak seperti kacang lain.

Sekilas, kacang polong ini terlihat seperti buncis, namun dalam bentuk yang lebih besar dan pendek. Warga lokal menamakan kacang ini kacang babi, mungkin karena memiliki bentuk lebih besar dari kacang biasa.

Kacang diolah dengan dimasukkan ke dalam adonan tepung yang sudah diberi bumbu, lalu digoreng.

Memiliki rasa yang renyah, gurih, sedap, juga lezat, menjadikan kacang Dieng sebagai cemilan favorit mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Kacang Dieng kini tersedia dalam varian rasa yang beragam, dengan harga yang ramah di kantong. Sebagai cemilan kering, kacang dieng sangat cocok sebagai oleh-oleh khas Dieng.

2. Purwaceng

oleh oleh khas dieng jawa tengah
foto: https://www.instagram.com/aam.aminah_/

Purwaceng dikenal sebagai tanaman herbal berkhasiat yang hanya tumbuh di wilayah pegunungan atau dataran tinggi seperti Dieng. Sebagai tanaman terna, purwaceng tidak memiliki batang, hanya pokok akar, tunas, dan daun yang hampir menutupi tanah.

Hampir seluruh bagian tanaman berkhasiat, namun yang paling sering digunakan adalah akarnya. Beberapa khasiatnya yaitu menghilangkan pegal linu, menghangatkan tubuh, otot dan saraf, menyembuhkan masuk angin, dan melancarkan buang air kecil.

Selain itu juga menambah metabolisme tubuh, meringankan batuk, juga obat kuat tradisional. Selain sebagai obat, akar purwaceng kini sudah diolah, dikeringkan atau dijadikan serbuk dan menjadi pelengkap minuman susu juga kopi.

Bahkan tersedia kemasan rempahnya, biasanya dalam botol kaca sehingga lebih praktis.

Dengan tersedia olahan modern tanaman ini, kini purwaceng sering jadi pilihan oleh-oleh khas Dieng.

3. Keripik Jamur

keripik jamur khas dieng
foto: https://www.instagram.com/luckyoleholeh/

Kabupaten Wonosobo terkenal sebagai penghasil jamur terbesar, sehingga masyarakat lokal banyak menghasilkan olahan jamur sebagai panganan. Hingga akhirnya masyarakat pun mendirikan perusahaan olahan jamur.

Salah satunya adalah keripik jamur, meski masih dalam skala industri rumahan. Namun justru disini letak keunikan rasa dari keripik ini. Cara pengolahan tradisional (skala industri rumahan), membuat cita rasa khas daerahnya sangat kentara.

Sehingga berbeda dengan kripik jamur di kota besar lainnya. Keripik jamur terbuat dari jamur tiram (bisa juga jenis jamur lain, mengingat Wonosobo memiliki banyak jenis jamur), olahan tepung beras dan tapioka, garam, penyedap rasa, juga bumbu rempah.

Bumbu rempah dihaluskan, masukkan garam, penyedap rasa, dan jamur. Diamkan selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu peras jamur agar tidak terlalu basah, kemudian lumuri jamur dengan tepung hingga merata, lalu goreng.

Keripik tersedia dalam warna dan bentuk yang bervariasi sesuai dengan jamur yang digunakan, seperti jamur kancing, jamur kuping, atau jamur merang. Keripik jamur umumnya memiliki rasa asin gurih dan warna coklat kehitaman.

Teksturnya yang renyah dan Krispi, disukai semua umur. Unik secara keseluruhan sehingga diburu sebagai oleh-oleh khas Dieng.

4. Sagon

Sagon Wonosobo
foto: https://www.instagram.com/rineksolaban/

Sagon merupakan olahan tepung sagu yang dibakar di atas arang atau kayu bakar. Tepung sagu disangrai terlebih dahulu selama kurang lebih dua menit, setelah itu angkat dan dinginkan.

Kemudian sangrai kelapa parut (parut memanjang, jangan diparut halus) sampai agak kering, lalu angkat dan dinginkan. Setelah itu campurkan tepung tapioka, kelapa parut, garam, gula halus, dan vanilli bubuk.

Kemudian aduk-aduk hingga tercampur rata, dan tidak ada adonan yang menggumpal. Setelah itu tuangkan kedalam cetakan sambil sedikit ditekan. Karena dibakar, aroma sagon sangat menggoda selera.

Cemilan berbentuk bulat tebal ini memiliki rasa gurih manis khas makanan Jawa, enak dimakan saat masih hangat. Terlebih lagi ketika menikmati pemandangan kawasan vulkanik aktif, Dieng, dengan udara dinginnya.

Sayangnya, oleh-oleh khas Dieng ini sudah agak jarang ditemukan. Namun jika Anda berminat, dapat menemukannya di pasar Induk Wonosobo lantai 3.

5. Mi Ongklok

Mi Ongklok Wonosobo
foto: https://www.instagram.com/hilal_yoldin/

Sajian bakmi tersedia hampir di setiap daerah, dengan kekhasannya masing-masing. Begitu pula di daerah Dieng, Wonosobo, dengan mi ongkloknya, yang menjadi ikon kota sejak dulu.

Cita rasa unik dari mie rebus khas Wonosobo didapat dari resep khusus warisan turun-menurun. Nama ongklok ini diambil dari keranjang bambu (ongklok) yang digunakan untuk merebus mie.

Ketika mie direbus, masukkan kubis, kol dan daun kucai kedalam mangkok. Kemudian masukkan mie yang sudah matang, dan siram dengan kuah kacang kental yang terbuat dari bumbu kacang, gula merah, udang kering, dan campuran saripati singkong.

Ditambah taburan lada dan bawang goreng diatasnya. Mie Ongklok enak dinikmati dengan sate kambing atau tempe kemul. Selain bisa dimakan langsung di warung-warung di Wonosobo, kini mie ongklok juga dijual dalam bentuk kemasan mentah.

Kemasan ini memiliki berbagai merk, sehingga mudah dibawa sebagai oleh-oleh khas Dieng yang praktis ke kota asal Anda. Pasti seru membawa oleh-oleh mie ongklok setelah wisata dari Telaga Warna Dieng.

6. Opak Singkong

Opak Singkong Wonosobo
foto: https://www.instagram.com/santymelia/

Berasal dari Kalibaber, olahan kerupuk tradisional berbahan dasar ubi atau singkong ini, memiliki nama lain yaitu ipak kecai. Ubi atau singkong direbus terlebih dahulu, kemudian ditumbuk atau diparut halus.

Lalu dicampur adonan tepung beras atau ketan, bumbu penyedap, daun bawang, daun seledri, bawang merah, cabai merah, kucai, garam, dan parutan kelapa. Setelah itu di pipihkan, dan dijemur sampai kering.

Selanjutnya opak mentah disimpan dalam tempat yang rapat, dan digoreng dadakan ketika akan disajikan. Kini selain kemasan matang yang dapat langsung dinikmati sebagai cemilan, juga tersedia kemasan mentah sebagai oleh-oleh khas Dieng.

Rasa opak asin dan gurih, sangat cocok dijadikan cemilan saat bersantai atau teman makan nasi seperti kerupuk.

7. Terong Belanda

Terong Belanda Wonosobo
foto: https://www.instagram.com/awani_bali/

Terong Belanda adalah buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi Indonesia, seperti Dieng. Terong Belanda disebut juga buah kemar, banyak ditemukan di perkebunan warga di Kejajar, Wonosobo.

Buah ini mengandung vitamin c, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Berbentuk bulat agak lonjong, terong Belanda memiliki rasa asam dan berair. Biasanya buah ini dibawa dalam bentuk mentah, sebagai oleh-oleh khas Dieng.

Namun kini tersedia pula olahannya berbentuk sirup dalam botol dengan rasa manis dan segar, juga kaya akan khasiat kesehatan. Kemasan sirup tentu lebih mudah dibawa sebagai oleh-oleh, juga dapat tahan lebih lama.

8. Dendeng Gepuk

Dendeng Gepuk Wonosobo
foto: https://www.instagram.com/christiantaruna/

Oleh-oleh khas Dieng ini terbuat dari daging sapi pilihan, rasanya yang gurih manis dan tekstur daging yang empuk, cocok disajikan bersama nasi hangat dan sambal bajak. Daging sapi direbus hingga empuk terlebih dahulu, lalu diiris kecil-kecil.

Baluri daging dengan campuran bumbu rempah, kemudian diamkan di kulkas selama minimal 3 jam. Ketika akan disajikan, siapkan minyak panas, dan gepuk (pukul berulang kali) daging hingga pipih terlebih dahulu, baru digoreng.

Oleh karena itu, dendeng ini diberi nama gepuk. Penganan ini dapat dengan mudah ditemukan ketika liburan ke daerah Dieng, Wonosobo. Dendeng disajikan kering, hingga dapat dicoba langsung ditempat.

Atau dibeli sebagai oleh-oleh khas Dieng, tetap aman dan tahan lama. Jika tak segera dimakan, simpan di lemari es agar dendeng awet dan dapat dimakan sewaktu-waktu.

9. Keripik Tempe Kemul

Keripik Tempe Kemul
foto: https://www.instagram.com/carrisa_food/

Tempe kemul adalah tempe yang diiris tipis agak lebar (seperti mendoan). Kemudian dicelup-celupkan pada olahan tepung gandum, santan, bumbu rempah, sayuran juga kucai, kemudian digoreng.

Kata kemul berasal dari bahasa Jawa yang berarti ‘selimut’. Baluran tepung pada tempe cukup banyak namun tetap tipis sehingga setelah digoreng, tepung akan terlihat menyerupai kemul atau selimut.

Bisa dibayangkan kriuknya adonan tepung yang menyelimuti tempe. Hasil olahan ini menghasilkan gorengan yang gurih, lezat, dan menyehatkan. Keripik ini enak dinikmati ketika hangat dengan beberapa biji cabai rawit ditemani teh purwaceng di sore hari.

Juga nikmat dijadikan kerupuk ketika makan makanan berkuah seperti sop, atau jajanan bakso dan siomay. Tempe kemul sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh khas Dieng juga cemilan sehat keluarga.

Selain harganya yang murah, cemilan ini mudah ditemukan di pusat pasar atau toko oleh-oleh.

10. Teh Tambi

Teh Tambi
foto: https://www.instagram.com/greattea.id/

Teh tambi merupakan minuman khas Dieng yang nikmat. Terbuat dari pucuk teh berkualitas tinggi yang ditanam di perkebunan Wonosobo pada ketinggian 4500 kaki di atas laut.

Daun teh yang dipetik langsung dari perkebunan menjalani proses pembuatan teh secara khusus dan higienis. Oleh karena itulah aroma dan rasanya kuat, sehingga menambah kenikmatan ketika meminumnya.

Menikmati wisata Dataran Tinggi Dieng yang identik dengan udara dinginnya, akan terasa lebih lengkap dengan menyeruput teh tambi. Untuk Anda penyuka teh, teh tambi wajib dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Dieng.

11. Carica Sumbing Segar

Carica Sumbing Segar
foto: https://www.instagram.com/sumbingsegar/

Carica merupakan tanaman yang tumbuh di dataran tinggi Dieng dan wilayah Wonosobo. Tanaman ini memiliki buah yang bentuknya mirip pepaya gunung namun agak pendek.

Oleh karena itu carica juga sering disebut pepaya dieng atau karika. Buah carica memiliki biji yang manis, namun daging buah yang asam segar.

Buah ini memiliki olahan yang beragam, seperti keripik, manisan, minuman (dalam bentuk botol ataupun cup) hingga sirup. Selain rasanya yang menyegarkan, buah ini juga menyehatkan dengan berbagai kandungan vitamin yang dimilikinya.

Sehingga disukai warga lokal juga wisatawan. Agar mudah dibawa sebagai oleh-oleh khas Dieng, carica dikemas dalam berbagai kemasan praktis. Carica sebagai oleh-oleh, bukan lagi dalam bentuk buah perbiji.

Namun sudah diproses dalam bentuk minuman kemasan. Minuman ini mudah ditemukan di sepanjang jalan di Wonosobo, ataupun pusat oleh-oleh.

Adalah Sumbing Segar, merk minuman yang terbuat dari buah carica pilihan, diproduksi sesuai dengan SOP dan mengutamakan keamanan pangan. Proses pembuatan yang higienis dan pengemasannya yang baik mampu menahan rasa segar buah.

Hingga ketika kemasan dibuka, rasa minuman tetap segar. Kandungan buah carica seperti berbagai vitamin dan serat yang baik bagi kesehatan tubuh. Kemudian ditambah gula murni tanpa pemanis buatan, aman bagi siapa saja untuk meminumnya.

Sumbing Segar tidak hanya memproduksi minuman saja, tapi juga manisan Carica. Tak jauh beda dengan minuman, proses pembuatan manisan pun menerapkan SOP yang berlaku, dengan bahan-bahan alami, sehingga aman bagi tubuh.

Manisan carica dikemas satuan, dengan daging buah carica dalam larutan gula alami dan sari buah. Lebih mirip sirup memang, karena larutannya cukup manis dan segar, namun yang membedakan manisan ini memiliki daging buah dalam larutannya.

Namun bukan pula manisan kering seperti yang biasa dibuat untuk manisan buah. Jika Anda tidak menyukai minuman manis, Anda dapat menambahkan es batu atau air mineral sebelum meminumnya.

Carica Sumbing Segar merupakan produk halal dan aman, hal ini dapat dibuktikan dengan sertifikasi BPOM dan izin lainnya seperti Izin Usaha, Halal, Barcode, dan izin lainnya.

Produk unggulan hasil olahan OAFINDO di Reco, Kecamatan Kertek, Wonosobo ini bahkan memiliki website http://sumbingsegar.com. Tentunya, akan ada tim Customer Service yang akan menjawab semua pertanyaan Anda dengan ramah dan jelas.

Di laman web, ada laman khusus testimoni dari pelanggan yang sudah mencoba produk Sumbing Segar, dan merasa puas akan kualitasnya. Kunjungi laman web Sumbing Segar, dan silakan melihat-lihat dulu.

Berbagai informasi, testimoni, berita, juga sejarah bahkan legenda tentang carisa, dapat Anda temukan disana.

Mencari oleh-oleh khas Dieng ketika berlibur ke pegunungan Dieng, minuman seperti Carica Sumbing Segar bisa menjadi pilihan menarik.

Ketika tengah menikmati keindahan alam dan merasakan dinginnya angin yang menyapa, meminum minuman yang menyegarkan, kesegarannya akan terasa hingga ke jiwa.

Sesuai dengan slogan Sumbing Segar, “segarnya serasa piknik”, rasa minuman dan manisan carica dapat mengembalikan mood Anda seperti ketika piknik. Sudah terbayang kesegarannya?

Terlebih lagi jika Anda membawanya pulang ke kota asal, dinikmati bersama keluarga atau teman-teman, kesegaran carica akan terbawa sampai dapat merubah mood, seperti slogannya.

Dataran Tinggi Dieng memiliki banyak objek wisata alam yang alami, oleh-oleh khas Dieng juga banyak yang memiliki cita rasa khas. Selain itu juga bervariasi, mulai dari cemilan, buah, minuman seperti Carica Sumbing Segar.

Bahkan cemilan berat seperti mi ongklok kini tersedia dalam kemasan praktis. Sehingga memudahkan wisatawan membawanya sebagai oleh-oleh. Bagaimana, apa sekarang Anda sudah siap liburan ke Dieng?

Dengan 11 daftar rekomendasi oleh-oleh khas Dieng, Anda kini sudah tahu mau membeli apa yang sesuai dengan selera Anda atau keluarga, bukan? Jadi tak perlu melakukan trial n error, mencoba-coba tapi kemudian kecewa karena tak sesuai selera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × two =