Museum Dieng Kailasa – Wonosobo, salah satu wilayah di Jawa Tengah yang tak pernah kehabisan tempat wisata. Hampir di setiap sudut Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo menjadi tempat wisata. Kawasan Dataran Tinggi Dien ini mampu memanjakan mata, hati dan pikiran para pengunjung yang lelah dengan kompleksitas kehidupan perkotaan.

Selain menawarkan wisata alamnya di dalam kawasan Dataran Tinggi Dieng juga terdapat sebuah tempat wisata budaya dan pendidikan. yaitu wisata museum Dieng Kailasa. Museum ini didirikan guna memenuhi kebutuhan informasi bagi para pengunjung terhadap Dataran Tinggi Dieng. Selain itu karena banyak barang purbakala yang ditemukan di kawasan dataran tinggi ini yang memerlukan sebuah tempat untuk mengumpulkan barang-barang purbakala tersebut.

Lokasi

Museum Dieng Kailasa ini terletak dalam satu kawasan Dieng Plateu Theater tepatnya di seberang candi Gatutkaca. Untuk mencapai museum ini kamu bisa mengambil arah kanan dari plang besar tulisan Dieng yang terkenal itu. Sebelum sampai museum kamu akan melewati kawasan telaga warna, kawah Sikidang dan terakhir komplek candi. Kamu bisa mampir terlebih dahulu kedua tempat wisata tersebut sebelum akhirnya memasuki komplek candi.

Untuk masuk dalam kawasan Museum Dieng Kailasa ini setiap pengunjung dikenakan biaya sebesar lima ribu rupiah per orang. Harga yang relatif murah untuk sebuah informasi penting dan lengkap mengenai kawasan Dieng. Biaya tiket masuk itu biasanya digunakan untuk operasional kebutuhan museum.

Jika masih bingung bagaimana menuju lokasi destinasi wisata ini bisa segera hubungi kami. Kami menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari paket wisata dieng untuk 2 orang hingga ratusan orang. Kami selalu berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk anda,

Sejarah

Kailasa dalam nama pada museum ini diambil dari nama sebuah gunung tempat Dewa Syiwa tinggal. Hal ini karena di Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan temuan purbakala yang identik terhadap pemujaan Dewa Syiwa. Hal ini bisa dilihat dari peninggalan candi dan prasasti yang bertebaran disekitar kawasan.

Museum ini terdiri dari dua bangunan, Bangunan pertama atau yang paling depan diresmikan pada tahun 1984. Di bangunan pertama ini berisi arca serta bagian dari candi yang ada di sekitar kawasan Dieng. Ada sekitar 22 jenis arca yang tersimpan dalam museum ini. Mulai dari Siva Trisiba, Antefik, Kala, Arca Dewi, Ganesa hingga fragmen Kemuncak.

Pada bangunan kedua yaitu bangunan baru yang diresmikan pada tahun 2008 oleh Jero Wacik yang saat itu merupakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Bangunan kedua  ini berisi tentang sejarah terbentuknya dataran tinggi Dieng, sistem kepercayaan dan budaya masyarakat Dieng. Tak lupa dalam bangunan kedua ini  kita juga bisa mengetahui sejarah dan prosesi pemotongan rambut anak gimbal yang terkenal di kawasan Dieng. Di dalam museum ini juga tersedia theater untuk para pengunjung yang ingin menonton film mengenai keseharian masyarakat Dieng.

Pesona

Selain sumber ilmu pengetahuan yang disediakan dalam museum ini, ternyata ada hal lain yang menarik yang bisa kita nikmati di kawasan museum ini. Pada kawasan museum ini terdapat gazebo yang terletak pada bagian paling atas museum. Untuk mencapai gazebo ini kamu perlu menaiki anak tangga berornamen batu alam. Jika kamu mau bersabar dan bersantai sedikit pada tempat ini kamu bisa melihat dan menikmati terangkatnya kabut yang menyelimuti candi sebelum sunrise terbit.

Destinasi Menarik Lainya:

Pemandangan sangat langka yang belum tentu bisa didapatkan ditempat lain. Namun sayangnya informasi seperti ini masih belum banyak orang yang tahu. Sehingga wisata pagi hari di museum ini masih terbilang sedikit. Tak lengkap rasanya menikmati keindahan alam Dieng tanpa tahu sejarah yang tersembunyi didalamnya. Mengunjungi museum ini bisa menjadi salah satu hal wajib ketika berkunjung ke Dieng.